Selasa, 12 April 2011

Teman Itu Bukan Sahabat


Teman Itu Bukan Sahabat

Di suatu SMPN Favorit di Tangerang, ada 8 orang siswi yang bersahabat karib. Mereka duduk di bangku kelas 8 dan belajar di kelas yang sama. Mereka adalah Adrine, Zora, Inez, Winona, Ramona, Reva, Elina, dan Izna. Adrine, Winona, dan Ramona sudah saling mengenal dan berteman sejak SD. Demikian juga dengan Elina dan Izna. Sedangkan Reva adalah teman dekat rumah Ramona. Zora adalah teman dekat Adrine yang baru saling mengenal sejak SMP. Adrine, Zora dan Inez bisa dikatakan sudah sangat dekat lebih dari yang lain.
Suatu hari, mereka tidak ada kegiatan sama sekali di kelas seusai diadakannya Ulangan Umum Semester. Saat itu mereka sedang berkumpul di kelas membicarakan jalan-jalan bersama mereka saat liburan nanti. Ramona si ‘nona bicara’ mengawali pembicaraan.
“Eh, eh, temen-temen, liburan nanti mau nggak kalau kita jalan-jalan bareng ke mana gitu, kita kan belum pernah jalan bareng. Gue juga bosen di rumah nggak ada kegiatan, gimana?”, tanya Ramona dengan suaranya yang nyaring 10 oktaf.
“Kalau gue sih mau aja jalan bareng asalkan tempatnya nggak jauh dan gue diizinin,” jawab Adrine.
“Aku juga mau ikut asalkan diizinin sama ortu,” jawab Inez.
“Tapi gue nanti di liburan minggu pertama mau mudik,” jawab Zora.
“Gue juga nanti liburan minggu ketiga mau mudik,” jawab Winona.
“Mungkin gue sama Izna nggak bisa ikut karena banyak acara keluarga”, jelas Elina.
“Yah…., masa pada gitu sih, sekali-kali kita jalan-jalan bareng mumpung liburan”, kata Reva merayu.
“Ayolah, kita jalan-jalan yuk! Liburan kan tiga minggu, berarti di minggu kedua kita ada waktu luang semua kan? Sumpah gue bosen banget, masa selama tiga minggu liburan gue cuma di rumah”, kata Ramona memaksa.
“Ya udah, liat aja nanti…!!!,” kata Winona dengan nada bicara mulai kesal.
Winona dan Adrine mulai kesal mendengar Ramona berbicara. Tiba-tiba Winona mengajak Inez, Adrine dan Zora untuk keluar kelas dan membicarakan sesuatu. Ramona dan Reva langsung memandang curiga.
“Eh, gue kesel banget deh sama Ramona, dia ngomongnya maksa banget buat pergi jalan-jalan. Dia aja kerja kelompok di deket rumahnya disuruh cepet-cepet pulang sama ortunya, apalagi kalau pergi cuma buat jalan-jalan pasti dia nggak diizinin”, keluh Adrine.
“Nah, itu yang mau gue omongin juga sama kalian, gimana kalau di liburan minggu kedua kita jalan-jalan bareng. Tapi, tanpa mengajak Ramona, Reva, Elina, dan Izna. Kita pergi berempat aja. Setuju nggak?”, tanya Winona dengan wajah sangat serius memandang ketiga temannya.
“Oohh…. Jadi lo mau ngusulin pergi jalan-jalan tanpa mereka, ha ha ha, kirain kenapa”, ujar Adrine sambil tertawa kecil.
“Iya nih, jadi kalian mau nggak? Nanti kita jangan ke satu tempat aja perginya,” jawab Winona pelan.
“Oke, mau aja tapi ke mana?,” tanya Zora dan Adrine bersamaan.
“Win, aku mau ikut tapi jangan jauh-jauh ya perginya?” tanya Inez.
“Iya, Inez…. Oke, menurut kalian kira-kira kemana?” tanya Winona.
“Oh iya, sebelum ngambil rapor kan kita mau beli kado buat wali kelas, gimana kalau sekalian juga kita jalan-jalan. Gimana kalau ke Mall Serpong, mau nggak?” tanya Adrine.
“Mmmm, oke….!”, jawab Zora dan Inez bersamaan.
“Terus mau ke mana lagi? Gimana kalau ke PIM, mau nggak?” tanya Winona.
“Ya udah!” jawab Adrine bersemangat.
“Eh tunggu, kalau Ramona sama Reva nanya kita ke mana?” tanya Inez.
“Kita jawabnya pergi ke PIM aja dan bilang kalau berangkatnya malam hari, tempatnya kalau buat dia kan jauh, otomatis dia nggak diizinin dan nggak mau ikut. Tapi, sebenernya kita perginya pagi kok”, saran Winona.
“Betul, betul,betul, berarti kita sedikit berbohong ya,” kata Zora mendukung.
Saat Adrine, Inez, Winona, dan Zora kembali ke dalam kelas. Ramona dan Reva langsung menanyakan apa yang dibicarakan Winona di luar kelas tadi. Winona sedikit berbohong kepada Ramona, Reva. Elina, dan Izna.
“Hey, tadi kalian ngomongin apa sih? Gue boleh tahu nggak?”, Tanya Ramona menyelidik penasaran.
“Bukan apa-apa kok, tadi cuma ngomongin liburan nanti perginya ke mana, kita maunya ke PIM dan kayaknya perginya malam hari juga mau melihat acara kembang api,” jawab Winona.
“Ohhh gitu ya… wah, jauh banget, apalagi perginya malam hari, gue pasti nggak akan diizinin. Emang kenapa nggak ke mall yang di sekitar sini aja?”, kata Ramona yang sedikit kecewa tetapi masih mencoba merayu.
“Yahhh. Bosen Mona kalau ke tempat itu…. terus,” sindir Adrine.
“Gue juga nggak akan diizinin, ya udah deh, gue mendingan nggak ikut aja,” ujar Reva.
“Mmm, yaudah, nggak usah diadain acara jalan-jalan bareng” kata Winona dengan wajah sedikit sedih.
“Berarti kalian nggak jadi pergi?”, tanya Ramona.
“Iya….,” kata Adrine, Zora, dan Inez bersamaan.
Winona, Adrine, Zora dan Inez berhasil membohongi Ramona, Reva, Izna, dan Elina tentang rencana liburan mereka yang sebenarnya. Ramona, Reva, Izna dan Elina tidak tahu sama sekali tentang hal itu.
  Acara jalan-jalan pertama mereka ke Mall Serpong bisa dikatakan berkesan bagi Adrine, Zora, Inez, dan Winona. Mereka berangkat dari rumah jam 10 pagi dan pulang ke rumah jam 4 sore. Saat tiba di Mall mereka langsung ke lantai paling atas untuk menonton film di bioskop. Saat pertama kali ditonton filmnya sama sekali tidak menarik, tetapi di saat terakhir filmnya sangat bagus. Mereka keluar bioskop dengan perasaan puas dan senang. Lalu, mereka makan siang di restoran. Tiba-tiba saat mereka sedang asyik makan handphone Winona dan Adrine mendapatkan SMS yang sama dari Reva, isinya: “Enaknya jalan-jalan,” dari SMS itu sepertinya seolah-olah Reva mengetahui kegiatan mereka saat itu. Tetapi, Adrine dan Winona beralasan mereka sedang mengikuti acara keluarga dan Reva percaya saja. Setelah itu mereka mencari kado untuk guru. Mereka mencari sambil bercanda dan mengobrol. Mereka akhirnya mendapatkan kado yang bagus. Sebelum pulang, mereka membeli es krim bersama. Sungguh hari yang menyenangkan.
Tibalah saat pengambilan rapor, mulai saat itu Adrine sudah mulai merasakan ada yang aneh dari sikap Winona.
Seminggu kemudian saat pembagian kelas 9. Winona semakin menunjukkan perubahan sikap yang berbeda dari sebelumnya. Zora juga sudah merasakan perubahan sikap Winona. Lebih buruk lagi mereka saling berpisah kelas. Hanya Zora dan Adrine yang masih sekelas. Winona sekelas dengan teman yang tidak akrab dengannya.
Sehari sebelum acara jalan-jalan ke PIM, Inez memberitahukan bahwa tidak bisa ikut karena ada acara keluarga, Adrine, Zora, dan Winona menjadi harus memutar otak kembali untuk mengajak teman yang lain, karena, mereka sudah pernah jalan-jalan bertiga ke tempat itu mereka ingin mengajak teman yang lain agar lebih ramai dan seru. Adrine menyarankan untuk mengajak Ramona. Tetapi, Winona tidak suka sikap Ramona yang cerewet. Sebenarnya Adrine dan Zora juga setengah hati mengajak Ramona karena sikapnya itu. Dan benar saja, Ramona tidak diizinkan ikut karena juah dan terlalu mendadak. Akhirya, Adrine mengajak Elina dan Izna untuk ikut. Winona mau menerima keputusan itu walaupun dari awal seperti dia terpaksa.
Keesokan harinya Elina dan Izna belum juga memberikan keputusan untuk itu atau tidak. Tiga jam sebelum pergi, tiba-tiba Elina dan Inez memberitahukan bahwa mereka berdua tidak bisa ikut. Akhirnya, karena sudah direncanakan sejak lama dan sayang jika tidak jadi pergi, Adrine, Zora, dan Winona akhirnya hanya pergi bertiga. Dan kenyataannya, jalan-jalan itu sangat tidak berkesan, tidak ada tawa dan canda seperti dahulu, hanya sekedar jalan-jalan yang tidak berarti, ditambah dengan sikap Winona yang semakin tertutup. Ia sudah berubah. Padahal dulu mereka pernah liburan seharian yang menyenangkan di tempat itu. Tapi, tidak untuk kali ini.
Setelah acara jalan-jalan itu Winona sudah tidak berkomunikasi sama sekali dengan Adrine dan teman-teman yang lainnya. Saat hari pertama masuk di kelas sembilan Winona masih mau berkumpul dengan Adrine dan teman-teman dekat kelas delapan lainnya. Namun, Winona hanya mau bicara seperlunya.
  Tiga minggu kemudian, Winona sudah tidak terlihat lagi berkumpul bersama dengan Adrine dan teman-teman yang lainnya. Tetapi, Adrine dan teman-teman yang lainnya juga tidak bisa melarang Winona yang sudah berkumpul dengan teman yang baru di kelasnya dan sudah tidak mau berkumpul dengan Adrine dan teman-teman sewaktu kelas delapan dulu. Winona pun jarang menyapa teman-teman di kelas delapannya dulu. Ia hanya mau disapa terlebih dahulu. Hal itu mungkin wajra bagi setiap orang, karena Winona yang sudah berpisah kelas dari yang lainnya. Tetapi, Ramona, Reva, Elina, Izna, dan Inez tidak jauh seperti Winona, mereka tetap mau saling menyapa, bercanda dan belajar bersama.
  Sementara itu, disaat Adrine sudah bisa menerima dan memaklumi sifat Ramona, Ramona membalasnya dengan hal yang membuat Adrine kesal. Ramona mencampuri urusan pribadi Adrine. Tetapi, Ramona menyadari kesalahannya itu dan ia langsung bersungguh-sungguh meminta maaf kepada Adrine. Adrine masih mau memaafkan Ramona, ia tidak ingin kehilangan teman lagi. Sementara itu, Winona semakin menjauh, dia lebih memilih berteman dengan teman sekelasnya.
Adrine sempat kecewa, kenapa dulu ia menjauhi Ramona demi untuk berteman dengan Winona kalau pada akhirnya Winona menjauh. Kata persahabatan yang diucapkan mereka dulu seperti tak bermakna.
Pada akhirnya, Adrine, Zora, dan Inez menyadari setiap orang berbeda-beda sifatnya dan mereka bertigapun pasti mempunyai beberapa sifat yang kurang baik. Mereka bertiga sekarang bisa lebih mengerti arti sahabat yang sebenarnya. Mereka menyadari sahabat yang baik itu harus bisa menghormati dan menghargai sahabat yang lain, sahabat itu harus mau membantu sahabatnya disaat susah dan ikut senang di saat senang, sahabat itu tidak boleh berbohong dan membicarakan sahabat lain, tidak boleh memaksakan kehendak satu sama lain dan tidak ikut campur atau menyebarkan rahasia pribadi sahabatnya. Jika sebaliknya, itu bukanlah seorang sahabat  sejati, melainkan hanya seorang teman biasa.
Adrine, Zora, dan Inez tetap menjaga persahabatan mereka. Mereka juga tetap menjaga pertemenan Winona, Reva, Ramona, Elina, dan Izna. Selamanya.

TAMAT

                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar